Syam, Negeri Jihad dan Tarbiyah

Langit S

Syam juga merupakan negeri yang paling bersejarah, negeri yang tanahnya paling dipersengketakan oleh manusia di muka bumi, negeri yang dijanjikan oleh Allah sebagai pusat kekuatan umat Islam di akhir zaman. Musuh-musuh Islam notabene adalah umat yang paham betul bagaimana sejarah Islam. Mereka adalah kaum yang membaca hadits-hadits shahih dari Rasulullaah. Hal ini yang membuat mereka gigih memperebutkan tanah Syam, Mereka khawatir jika Syam jatuh ke tangan umat Islam, maka umat Islam akan memimpin dunia. Oleh sebab itu, sangatlah ironi jika umat Islam tidak tahu dan tidak mau mengkaji Islam dengan membaca dan memahami hadits-hadits Rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wasallam.

Secara garis besar, tarbiyah memiliki 3 fungsi utama, yaitu:

  1. Penyambung generasi

“ Jika suatu negeri tidak ada tarbiyah Islamiyah, maka negeri itu tidak akan paham dengan perjuangan Rasulullaah dan para shahabat. Dan mustahil negeri itu bisa memahami Islam secara kaffah.”

  1. Penanaman ruh ajaran Islam
  2. Perantara pembinaan dalam melahirkan generasi Islam yang berkualitas

Mengapa Syam (Palestina, Suriah, Libanon, Yordania, dan beberapa ulama menyebut pula tanah Israel) disebut negeri yang diberkahi? Menurut tafsir Ath-Thabari, negeri Syam menjadi negeri yang diberkahi dengan banyaknya buah-buahan dan sungai yang secara khusus diperuntukkan bagi negeri tersebut. Selain itu, Syam merupakan negeri yang Allah bersumpah dengannya dalam surah At-Tin. Dalam sebuah tafsir menyebutkan bahwa maksud Allah menyebut kata “At-Tiin” dalam ayat 1 dan 2 adalah sebuah negeri, negeri yang menghasilkan buah Tin dan Zaitun. Dalam ilmu tafsir, jika Allah bersumpah atas sesuatu, maka yang perlu diperhatikan adalah isi sumpah tersebut. Isi sumpah Allah dalam surah At-Tin adalah tentang pendidikan, dimana Allah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk, lengkap dengan akal. Dengan akal tersebut, hendaknya manusia dapat melaksanakan pendidikan untuk mengenal Allah.

Syam juga merupakan negeri yang paling bersejarah, negeri yang tanahnya paling dipersengketakan oleh manusia di muka bumi, negeri yang dijanjikan oleh Allah sebagai pusat kekuatan umat Islam di akhir zaman. Musuh-musuh Islam notabene adalah umat yang paham betul bagaimana sejarah Islam. Mereka adalah kaum yang membaca hadits-hadits shahih dari Rasulullaah. Hal ini yang membuat mereka gigih memperebutkan tanah Syam, Mereka khawatir jika Syam jatuh ke tangan umat Islam, maka umat Islam akan memimpin dunia. Oleh sebab itu, sangatlah ironi jika umat Islam tidak tahu dan tidak mau mengkaji Islam dengan membaca dan memahami hadits-hadits Rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wasallam.

Sedikitnya ada 8 kedudukan strategis Baitul Maqdis (Syam) bagi Islam, antara lain:

  1. Negeri wahyu dan kenabian
  2. Tanah Isra’ dan Mi’raj
  3. Tanah kiblat pertama umat Islam
  4. Tanah yang ditaklukkan tanpa perang
  5. Tanah kesabaran dan jihad
  6. Tanah yang dijanjikan
  7. Kota khilafah di masa depan
  8. Tempat seluruh manusia akan dikumpulkan di padang Mahsyar

Secara garis besar, musuh umat Islam saat ini terbagi menjadi 2 kubu, yaitu Yahudi dan Syi’ah. Meskipun hari ini, Syi’ah di Libanon terlihat seperti sedang memerangi Yahudi, tetapi sebenarnya antara Syi’ah dan Yahudi sedang bersama-sama memerangi Islam. Kondisi Suriah hari ini adalah dalam kepungan musuh-musuh Islam dan diliputi kesulitan yang luar biasa, karena tempat tinggal mereka telah dibombardir dan kebun-kebun mereka telah dibakar.

“Hari ini, secara negara tidak ada yang membantu Suriah. Menurut dr. Romy (Direktur RSL Salma), negara yang memberikan perhatian cukup intens bagi Suriah hanya dua, yaitu Turki dan Indonesia. Bahkan, anak-anak Suriah menciptakan lagu dengan bahasa amiyah yang menyebut-nyebut Indonesia. Mereka juga bercita-cita ingin melihat bagaimana Indonesia.” imbuh Ust. Miqdad selaku narasumber kajian ini.

“Ya Akhi, kapan-kapan datang lagi kesini, karena Suriah adalah negeri kedua kalian setelah Indonesia.” Ungkap salah seorang warga Suriah saat melepas kepulangan relawan ke Indonesia seperti yang diceritakan oleh Ustadz Miqdad.

Kondisi lain di Suriah adalah terhentinya kegiatan pendidikan. Banyak ulama’ dan pendidik yang telah menemui kesyahidan (insyaAllaah). Proyek kemanusiaan yang sedang digiatkan oleh para relawan adalah pembangunan tenda-tenda untuk masjid dan tempat pendidikan bagi anak-anak.

Kemudian apa saja peran kaum Muslimin dalam membantu Muslimin Suriah maupun yang lain? Beliau menjelaskan bahwa hal-hal yang dapat dilakukan umat Islam dalam membantu Muslimin yang tertindas antara lain :

  1. Bantuan kemanusiaan dalam bentuk pengobatan, makanan, tempat tinggal, dsb yang dilakukan atas dasar lillaah dan ukhuwah Islamiyyah
  2. Menemani mereka dalam perjuangan ‘izzul Islam wal Muslimin, karena mereka sudah merasa sangat senang saat relawan mengatakan, “Nahnu ma’akum.” (Kami bersama kalian)
  3. Memberikan pendidikan dan dakwah Islamiyyah, khususnya bagi pemuda dan anak-anak
  4. Senantiasa menyertakan mereka dalam doa

Allaahumma a’izzal islamaa wa muslimin, wa adzillasy syirka wal musyrikin, wa dammir a’daa ad-diin, wahmi hawzatal islaami yaa Robbal ‘alamiin…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s