Lamar!

87618-dream-wedding-wedding-ring

Di antara hikmah mengapa khitbah sebaiknya dirahasiakan adalah untuk menjaga kehormatan dan perasaan pihak perempuan beserta keluarga besarnya, jikalau ternyata Allaah berkehendak lain atas rencana sakral itu.

Jadi plis, tolong, perhatikan adab ini, terlebih jika kita termasuk yang konon kabarnya “sudah ngaji”, biar kita tidak menjadi sebab orang lain berbuat sebagaimana kita, padahal belum tentu yang kita perbuat itu tepat.

Sungguh, menikah itu ujian kesabaran. Dulu dinanti-nanti, bahkan mungkin sampai bebanjiran air mata, begitu sudah hampir deal, masih tetap diminta bersabar menanti pula. Sabar dalam menahan diri untuk tidak mengobral kabar bahagia sampai betul datangnya hari H, plus (yang terpenting) menahan diri dari chit-chat dan interaksi tidak penting dengan si dia, tanpa melalui perantara atau walinya.

Dan lagi plis, tolong juga, karena khitbah dan prosesi menuju hari H itu sebaiknya dirahasiakan, maka baiknya kita pun tidak memberondong teman kita yang mau jadi manten itu dengan investigasi, “Hayooo, lagi proses yaaa…”

Apalagi lagu lama nih, “Hayooo, kapan nikaaah?” Eleuh, ya mana kita tau. Soal itu biar jadi urusan dan kewenangan Allaah, kita mah iyain aja kalau memang sudah waktunya. Tunggu aja undangan dan kabar bahagianya. Kan gitu. Yegak. *mukebijak*

Yang jelas, investigasi model-model gini kayaknya ga perlu dijawab lah ya, palagi ditanggepin serius. Cukup berikan senyuman kita yang paling lebar. Gini nih contohnya :)))))))

Akhir kata, tulisan ini kunasehatkan pertama kali pada diriku sendiri. Mudah-mudahan tidak lupa. Mudah-mudahan bermanfaat.

Bagi teman-teman yang sedang berproses, semoga Allaah mudahkan dan berkahi langkahnya. Bagi yang hingga hari ini hilal belum juga tampak, tidak perlu terburu-buru menggenapkan tanggal, sebab pernikahan tidak sama dengan sidang itsbat.

Doakan saja, mudah-mudahan Allaah meridhai masa lajangnya, dan jika segera menikah adalah jalan terbaik baginya, semoga Allaah menyegerakan kebaikan itu untuknya.

Best regards,

nina 🙂

*Remah-remah pikiran ini ditulis pada malam Senin 29 Ramadhan 1437 H

**Stop bertanya kapan saya merit! *awr

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s