Ummahatul Ghad

childhood_6

Sudah sejak lama saya punya hobi merangkai nama anak. Seingat saya sejak SD. Bermula dari hobi saya yang lain; main guru-guruan. Sebelum memulai “pertunjukan mengajar” itu, selayaknya guru betulan, saya selalu membuat daftar absen murid-murid. Saya mengarang seluruh nama murid-muridan itu, sebanyak sekitar 20-30. Di antara nama-nama itu, biasanya ada 2 atau 3 nama yang sengaja saya buat paling bagus susunannya. Dalam hati, “Yang ini buat nama anakku besok.” Entah kenapa ketika itu saya tampak visioner sekali. Wkwk.

Ternyata hobi merangkai nama-nama indah itu masih terbawa sampai sekarang. Kalau tidak salah ingat, terakhir saya merangkai nama idaman untuk anak, saya buat sebanyak 4 nama yang semuanya berinisial H.

Hasan Abdillah, Husain Abdillah, Hasna Syahida, Husna Shabrina.

Hehehe. *H yang ini ga masuk list loh*

Ada latar belakang historis dan filosofis dari nama-nama itu. *ciye

Hasan dan Husain. Selalu ada nilai historis yang begitu kuat di balik nama ini. Saya pernah bercita-cita memberi nama anak saya dengan dua nama ini dengan alasan,

“Hasanain adalah pemimpin pemuda di Surga. Hasanain adalah generasi yang mencintai ahlul bait, sekaligus mencintai para shahabat Nabi. Hasanain kami kelak salah satu di antaranya, in syaa Allaah.”

Begitulah doa saya. Biar Hasanain tidak lagi menjadi simbol penokohan sejarah yang keliru. Untuk itu, Hasanain juga harus lebih dulu pandai sejarah.

Sedangkan Hasna dan Husna. Hasna, ini anagram aja sih. Tapi ada makna baiknya juga, tetap mengandung doa. Kalau Husna, ada sedikit behind the scene-nya. Hehe. Ini nama seorang teman sekaligus kakak yang baik yang pernah saya kenal. 🙂

Itu dulu. Sekarang sih sudah direvisi**, meski masih belum bisa juga dapat acc dari bapak pembimbing. *eaaak 😀

Saya tuliskan disini biar bisa ikut diamini sidang pembaca ya. Hehehe.

Susunannya sebagai berikut: Nama lengkap — nama panggilan — harapan dan cita-cita — latar belakang *lah, ini mau nyusun nama apa nyusun sekripsi dah 😀

**Masih mungkin  direvisi lagi. 😀

Laki-laki (3 Nabi dan 2 Shahabat Nabi)

Ibrahim Ahnaf — Ibrahim Hafidz, ulama pejuang Tauhid dan saintis astronomi — Terinspirasi dari kisah Nabi Ibrahim ‘alayhissalaam. Beliau adalah seorang pejuang tauhid. Ingat kisahnya saat sedang berdiskusi ilmiah dengan ayahnya, yang ketika itu beliau membuat analogi dengan benda-benda langit? 🙂

Muhammad Al-Fatih — Muhammad — Hafidz, ulama mujahid, ahli strategi perang, dan panglima pasukan Muslimin — Terinspirasi dari kisah Nabi Muhammad shalallaahu ‘alayhi wasallam dan Sultan Mehmed II.

Zakir Isa Abdillah — Isa — Hafidz, ulama ahli kristologi dan perbandingan agama yang mengislamkan banyak orang — Terinspirasi dari kisah Nabi Isa ‘alayhissalaam, seorang Nabi yang membawa risalah tauhid, mengesakan Allah (karena inti dakwah seluruh Nabi adalah tauhid). Terinspirasi juga dari Ust. Zakir Naik (hafizhahullaah). Kristologi adalah cabang ilmu yang sepertinya belum banyak didalami umat Islam. Sengaja juga saya tambahkan kata Abdillah, sebagai penegas bahwa Isa adalah hamba Allah. Bdw, khusus Isa, namanya ada 3 kata.

Zakir Naik dan Zakir Isa, in syaa Allaah. 🙂

Fathi Hamzah — Hamzah — Hafidz, ulama mujahid, ahli berkuda dan memanah — Terinspirasi dari kisah Hamzah bin Abdul Muthallib, paman Rasulullah yang diberi julukan “Singa Allah”.

Abdullah Zubair — Zubair — Hafidz, ulama mujahid, diplomat, ahli sejarah Islam — Terinspirasi dari kisah Zubair bin Awwam beserta putranya, Abdullah bin Zubair. Keduanya adalah manusia istimewa, unggulan, dan kecintaan Rasulullah, maa syaa Allaah. 🙂

Perempuan (1 Ibunda Nabi*, 2 Istri Nabi, 1 Putri Nabi, 1 Shahabiyah Nabi)

*yang dimaksud ibunda Nabi disini adalah nenek. Hannah adalah nenek Nabi Isa.

Hannah Hanifah — Hannah — Hafidzah, ustadzah (guru, pendidik), pengelola lembaga pendidikan Islam, istri dan ibu ideologis (karena ada istri dan ibu yang berperan secara biologis saja) — Terinspirasi dari kisah Hannah, ibunda Maryam Ummu Isa radhiyallaahu ‘anhuma. Saking besarnya harapan memiliki anak yang shaleh, di rumahnya bahkan terdapat mihrab, sebuah tempat khusus untuk beribadah.

Khadijah Afifah — Khadijah — Hafidzah, ustadzah, pengusaha, istri dan ibu ideologis — Terinspirasi dari kisah Khadijah istri Rasulullah radhiyallaahu ‘anha.

Aisyah Rasyidah — Aisyah — Hafidzah, ustadzah, dokter kandungan (obsgyn), istri dan ibu ideologis — Terinspirasi dari kisah Aisyah istri Rasulullah radhiyallaahu ‘anha.

Fathimah Zakiyyah — Fathimah — Hafidzah, ustadzah, ahli sejarah Islam, istri dan ibu ideologis — Terinspirasi dari kisah Fathimah binti Rasulullah radhiyallaahu ‘anha. Nama Fathimah juga sarat nilai-nilai historis, maka saya bidik ia kelak untuk menjadi seorang ahli sejarah.

Rumaisha Adibah — Rumaisha — Hafidzah, ustadzah, ahli sastra dan peradaban Islam, istri dan ibu ideologis — Terinspirasi dari kisah Rumaisha (Ummu Sulaim) radhiyallaahu ‘anha. Yang paling menggetarkan dari kisah beliau adalah kesabarannya dalam berkhidmat kepada suami tepat ketika beliau diuji dengan wafatnya sang putra kesayangan. Menurut saya, kemampuan sastra beliau juga sangat berperan disini, karena meski dalam kondisi tertekan, beliau tetap dapat menuturkan jawaban terbaik untuk menenangkan hati sang suami. Di samping keimanan yang telah menghujam kuat, tentu hal ini juga butuh keahlian! 🙂

*Catatan: Mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa yang perempuan rata-rata jadi ustadzah semua?

Sebab menurut saya, keahlian utama seorang perempuan adalah mendidik. Mendidik generasi. 🙂

Nama Terbaik

Di antara sunnah dalam memberi nama untuk anak adalah:

  1. Nama Abdullah dan Abdurrahman berdasarkan hadits yang diriwayatkan Muslim dalam Kitab Shahihnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim) Karena nama tersebut adalah nama terbaik, sampai-sampai di kalangan para shahabat terdapat sekitar 300 orang yang bernama Abdullah.
  2. Nama yang menunjukkan penghambaan diri terhadap salah satu dari nama-nama Allah ‘Azza wa Jalla, seperti Abdul Malik, Abdul Bashiir, Abdul ‘Aziz dan lain-lain.
  3. Bernama dengan nama para nabi dan rasul. Mereka adalah orang-orang yang memiliki akhlak yang paling mulia dan memiliki amalan yang paling bersih. Diharapkan dengan memberi nama seorang anak dengan nama nabi ataupun rasul dapat mengenang mereka juga karakter dan perjuangan mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri juga pernah menamakan anaknya dengan nama Ibrahim, nama ini juga beliau berikan kepada anak sulung Abu Musa radhiallahu ‘anhu dan beliau juga menamakan anak Abdullah bin Salaam dengan nama Yusuf.
  4. Memberi nama dengan nama orang-orang shalih di kalangan kaum muslimin terutama nama para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam sebuah hadits shahih dari al-Mughirah bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Mereka dahulu suka memakai nama para nabi dan orang-orang shalih yang hidup sebelum mereka.” (HR. Muslim)
  5. Memilih nama yang mengandung sifat yang sesuai orangnya, namun dengan syarat nama tersebut tidak mengandung pujian untuk diri sendiri, tidak mengandung makna yang buruk atau mengandung makna celaan). Contoh: Harits (orang yang berusaha) dan Hammam (orang yang berkeinginan kuat). Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang dha’if dari Abu Wahb al-Jusyami bahwasanya nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pakailah nama para nabi, nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman, yang paling baik adalah Harits dan Hammam, dan yang paling jelek adalah Harb dan Murrah.” (HR. Abu Daud dan An-Nasa’i)

Pengaruh Nama dan Pembentukan Karakter

Dalam sebuah kajian parenting, seorang Ustadz pernah menyampaikan bahwa pentingnya memberi nama yang baik untuk anak, selain sebagai isyarat doa, juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakternya, terutama jika namanya dilatarbelakangi oleh kisah atau sejarah orang-orang hebat. Anak-anak menjadi lebih mudah dinasehati (bi idznillaah) dengan mengisahkan kembali latar belakang ayah dan ibunya memilihkan nama itu untuknya, karena seketika sang anak akan teringat gambaran figur hebat itu.

Beliau menambahkan, “Dan sebagai Muslim, tidak ada sejarah yang lebih hebat dibandingkan sejarah Nabinya dan para salafus shaleh.”

Jadi pada suatu hari nanti,

Kalau Ibrahim sedang bandel-bandelnya, “Nak, Nabi Ibrahim pun pernah berdebat dengan ayahnya. Namun beliau melakukannya dengan santun. Oleh sebab itu Ibu memberimu nama Ibrahim…”

Kalau Muhammad sedang bandel-bandelnya, “Nak, Rasulullah adalah manusia yang banyak musuhnya. Tapi kau tahu, tak satupun dari musuhnya itu yang menampik kemuliaan budi pekertinya. Oleh sebab itu Ibu memberimu nama Muhammad…”

Kalau Fathimah sedang ngambek, “Nak, Fathimah itu punya julukan ‘ibu dari ayahnya’, saking berbakti dan sayangnya ia kepada ayah (orangtua)nya. Oleh sebab itu Ibu memberimu nama Fathimah…”

Menjadi apapun mereka, semoga kelak mereka menjadi generasi yang bermanfaat bagi umat, generasi yang kehadirannya tidak menambah beban umat, atau minimal… generasi yang punya mimpi besar untuk kebaikan umat.

Ya, meski sekadar bermimpi saja. Namun setidaknya, lewat mimpi-mimpi itu, saya jadi tahu akan menjadi seperti apa kelak dirinya.

In syaa Allaah… 🙂

Wallaahu a’lam.


Ummahatul ghad,

Lewat tangannya, ia mengukir generasi militan

Lewat lisannya, ia melangitkan doa-doa terbaik

Lewat hatinya, ia memeluk mereka,

buah hati, sekaligus pelita harapannya

Ummahatul ghad,

Bermimpi besarlah!

Rabbii hablii minash shalihiin…

©laninalathifa

(Ummu Ibrahim, Muhammad, Isa, Hamzah, Zubair, Hannah, Khadijah, Aisyah, Fathimah, Rumaisha, in syaa Allaah)

 

Semarang, 4 Syawal 1437 H 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s