BBO… Oh… BBO

childhood_3

Salah satu perangkat wajib dari pembelajaran di Kuttab adalah BBO (Belajar Bersama Orangtua). Ini semacam lembar portofolio yang berisi rangkuman materi ajar selama 2 pekan, tugas atau PR, dan laporan hasil pendampingan belajar (yang diisi oleh wali santri kemudian diserahkan kepada guru kelas). Namanya juga belajar bersama orangtua, maka lembaran BBO diserahkan kepada wali santri, rangkuman materi menjadi arsip bagi wali santri, dan penugasan adalah aspek wajib yang harus dikerjakan santri bersama orangtuanya.

Ada yang menarik hari ini. Membaca lembar BBO (Belajar Bersama Orangtua) hari ini diliputi rasa geli sekaligus terharu. Hehehe. πŸ˜€

BBO pertama.

Tugas: membiasakan diri untuk membaca ta’wudz ketika marah.

Laporan:

“Alhamdulillaah, ada kejadian menarik dari kaka Sholihah (nama disamarkan). Kemarin 2 adik dari kaka Sholihah bertengkar, adu mulut sampai pukul-pukulan. Tiba-tiba kaka Sholihah datang melerai. Ia memegangi si adik yang sedang marah, kemudian, “Dek, baca ta’awudz, baca ta’awudz!” Sambil mencoba men-talqinkan kalimat “A’uudzubillaahi minasy syaithanirrajiim…”. Bahkan ia juga menuntun si adik yang sedang tersedu-sedu itu untuk melantunkan terjemahnya, “Aku berlindung kepada Allaah dari godaan setan yang terkutuk…” Begitu terus berulang kali, sampai akhirnya si adik mengikuti komandonya, meski masih sambil tersedu-sedu. Ending cerita, alhamdulillaah, si kaka berhasil mendamaikan keduanya.”

BBO kedua.

Tugas: berlatih menangis saat membaca Al-Qur’an.

Laporan:

“Saya heran kenapa kaka Qonita (nama disamarkan), berkali-kali bolak-balik ke dapur untuk minum. Eh ternyata katanya… ini demi menuntaskan tugas bbo-nya kali ini. Dia bilang air matanya yang keluar hanya sedikit, setetes-setetes saja. Dan dia berharap dengan minum air yang banyak, air matanya jadi banyak juga…”

Rabbii hablii minash shaalihiin. Yaa Rabbanaa, jadikan anak-anak kami, anak didik kami, anak-anak di sekeliling kami, anak-anak di segala penjuru Bumi manapun, menjadi anak yang shalih, menjadi kebanggaan ummat, menjadi generasi yang membawa cahaya gemilang peradaban.

Saya percaya, seperti apapun kita sebagai orangtua (pendidiknya), segala keterbatasan kita, seberjuang apa kita mendidiknya, anak-anak memiliki fitrah yang luhur, bersih, dan mudah dekat pada kebenaran. Dengan mengharap ridha dan pertolongan-Nya, mari kawal fitrah anak-anak kita, wahai Ayah Bunda, dan segenap Guru… πŸ™‚

best regards,

nina, guru yang tuntas belajarnya

Iklan

2 thoughts on “BBO… Oh… BBO

    1. sebenarnya ga sesederhana itu mbak. bbo ini hanya salah satu alat buat membantu sekolah (guru) untuk menilai perkembangan belajar santri, khususnya selama di rumah. selain bbo, ada homevisit juga. πŸ™‚

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s