Menjadi Lelaki

being man

“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka).” [QS. An-Nisaa’: 34]

*note: tulisan ini repost dari blog jadul. rencananya sih mau angkut2 tulisan dari fesbuk dan blog jadul kesini. semoga rencana yang tak sekadar wacana yaaa, hihihi :p

Mengapa Allah memilih lelaki sebagai qawwam (pemimpin) dalam rumah tangga?

As simply, jawaban atas pertanyaan itu hanya ada 2, yaitu:

  1.  Karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain
  2. Karena laki-laki telah menafkahkan sebagian harta mereka

Alasan pertama. Kita menyadari bahwa perempuan memiliki kelebihan sebagaimana laki-laki, tetapi Allah menetapkan kelebihan laki-laki atas perempuan adalah dalam rangka menunjang kesuksesan kepemimpinan rumah tangga. Di sisi lain, kelebihan perempuan, seperti kelembutan, ketenangan, dan rasa kasih sayang diciptakan-Nya dalam rangka menunjang kesuksesannya sebagai pendidik dan teman anak-anak bertumbuh dan berkembang.

Jadi, jika kita mengetahui bahwa perempuan lebih banyak berbuat berdasarkan perasaannya, tentu saja itu bukan sebagai bentuk kelemahan atau kekurangan dirinya, melainkan kelebihan yang dibutuhkan untuk memelihara sifat-sifat alami pendidikan anak. Oleh sebab itu, porsi kelebihan ini kurang mendukung jika diposisikan sebagai pemegang tampuk kepemimpinan rumah tangga.

Alasan kedua. Laki-laki telah menafkahkan sebagian harta mereka (untuk keluarganya). Oleh sebab itu, usaha lelaki untuk menjadi qawwam seutuhnya tidak lain adalah upaya untuk menonjolkan dan menguatkan kelebihannya dalam memimpin, termasuk memenuhi kebutuhan belanja keluarga. Usaha untuk menjadi seutuhnya lelaki adalah usaha untuk menguatkan keistimewaan fisik dan psikis, serta optimalisasi diri dalam berpenghasilan.


Menjadi lelaki, karakter adalah penting dalam hidupnya, sebab nantinya karakter itulah yang akan sangat menentukan seberapa baik pilihan-pilihan yang diambil dalam sejarah hidupnya. Maka, membentuk karakter adalah hal penting dalam kehidupan seorang laki-laki. Kelak, menjadi laki-laki berarti menjadi qawwam bagi perempuannya, bagi anak-anaknya, bagi keluarganya, dan bagi generasi yang diwariskannya.

Menjadi lelaki, karakter dan kesadaran diri adalah variabel yang akan menentukannya mengambil keputusan-keputusan penting, yang bahkan mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup. Maka menjadi laki-laki, harus mampu menentukan karakter terbaiknya, jauh sebelum ia memperbaiki atau bahkan mewariskan karakter bagi orang lain.

Menjadi lelaki, bisa saja semata-mata mengandalkan penampilan, popularitas, status sosial, atau sederet parameter lain. Tapi tidakkah kita ingat bahwa parameter yang baru saja kita sebut itu sangat rentan dihabiskan oleh waktu? Penampilan bisa menipu, fisik bisa segera melemah, popularitas bisa sewaktu-waktu kandas, dan status sosial pun sangatlah nisbi. Semua hal berubah oleh waktu. Maka menjadi laki-laki, jika karakternya lemah dan abu-abu, semua parameter itu akan tampak semakin semu.

Menjadi lelaki adalah menjadi laki-laki bagi perempuannya. Menjadi lelaki adalah menjadi qawwam bagi perempuannya. Menjadi lelaki adalah menonjolkan keunggulan fisik dan psikisnya demi ketenteraman perempuan dan anak-anaknya. Menjadi lelaki adalah perjuangan menempa kepribadian diri.

Selamat menjadi lelaki. Semoga tidak lelah memperjuangkan kehormatan menjadi sebenar-benar qawwam!

Reff: “Menjadi Laki-Laki” (Eko Novianto Nugroho; Penerbit: Gema Insani Press)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s