Klepon Brokoli

Bukan foto sebenarnya (poorskinnychef.wordpress.com)
Maaf ya, foto di atas bukan foto sebenarnya. Soalnya, begitu hasil eksperimen saya ini mateng dan sukses (alias bisa dimakan), saya terharu, ga sempat foto-foto, apalagi foto selfie bareng si klepon. Yang penting beneran jadi, alhamdulillaah… Bdw, karena pewarnanya murni dari sari brokoli, alhasil, warna hijaunya ga terlalu kontras, cenderung lebih pucat. Tapi enak kok, beneran! 😀
Selamat bereksperimen, semoga sukses.

.: KLEPON BROKOLI :.

A. Bahan bulet-bulet
25 sdm tepung ketan putih
5 sdm tepung tapioka/kanji

B. Bahan pewarna (sekaligus tambahan nutrisi)
100 gram brokoli
3 lembar daun pandan, potong-potong

C. Bahan isi dan taburan
100 gram gula jawa, iris kecil
50 gram kelapa parut

Cara membuat
1. Campur bahan bulet-bulet dengan sejumput garam, aduk rata, sisihkan
2. Blender brokoli dan daun pandan. Brokoli sengaja diblender mentah biar kandungan gizinya ga banyak yang hilang karena 2x pemanasan. Saring.
3. Campur brokoli yang telah dihaluskan dan disaring dengan bahan A, tambahkan air hangat sedikit demi sedikit, uleni sampai kalis (adonan tidak menempel di tangan)
4. Pipihkan adonan, isi dengan gula jawa, bentuk bulatan
5. Rebus adonan ke dalam air mendidih sampai mengapung, tunggu 2-3 menit biar matang sempurna, angkat
6. Sajikan bersama taburan kelapa

Hasil Jadi: 25-30 bulatan (tergantung ukuran)

Nilai Gizi Per Porsi (1 Porsi = 4 bulatan)
Energi: 221 kkal
Protein: 2,8 gram
Lemak: 1,6 gram
Karbohidrat: 48,8 gram

Iklan

Pismol Isi Coklat

*nostalgia resep 😀

Bahan:
(2 pangkat 3 dikurangi 2) buah pisang. Saya pake pisang raja, kebetulan di rumah adanya itu, udah kehitaman pula, hihihi
Cokelat secukupnya (saya pake meses, kalo ga suka, boleh pake yang lain)

Kulit molen:
(20 pangkat 2 dikurangi 50) gram terigu
(√100 x 5) gram gula pasir (lebih baik pilih yang kekuningan, kalo putih banget, khawatir di-bleaching #tips)
(5 pangkat 3) gram margarin (Jawa: bluben), lelehkan
0,5 sdt vanilli bubuk
0,25 sdt garam
(√25 x 3 x 10) ml air mateng

Cara membuat:
a. Isi: Pisang dibelah menjadi 2 bagian, kemudian potong-potong (p x l x t terserah)
b. Kulit:
– Campur semua bahan kulit yang berjenis kering (terigu, gula, vanili, garem)
– Masukkan margarin leleh, aduk rata
– Tambahkan air sedikit demi sedikit sampai adonan kalis (kalis = ga nempel di tangan)
– Giling adonan sampai tipis
– Gulung pisang bersamaan dengan coklat meses. Lanjutkan sampai adonan habis
– Goreng dengan api sedang sampai kuning keemasan
– Angkat, hidangkan, tunggu agak dingin

Hasil Jadi: 20 buah
Nilai Gizi Per Porsi (1 buah):
Energi              = 194 kkal
Protein             = 2,2 g
Lemak             = 11,2 g
Karbohidrat     = 22,5 g
Kolesterol        = 0 mg

Mie Ayam A la Kadarnya :D

Favorit nih. Lebih suka mie ayam daripada bakso. Hihihi. Alhamdulillaah, pernah dapat resep mie ayam homemade dari seorang ummahat. Udah lama banget dapet resep ini. Prakteknya juga udah lama banget. Belum praktekin lagi. Wuaaa, saya sudah lama ga eksperimen di dapur, hiks. Jadi maaf ya, ini nostalgia resep ceritanya. 😀
Bahan utama:
  1. Ayam 250 g, cuci bersih, rebus, potong dadu/suwir-suwir (Karena saya belinya ayam pedaging -ayam kampung mahal, hehe- jadi air rebusannya (air kaldunya) saya buang, saya agak ngeri sama isu ayam pedaging yang disuntik hormon, huhuhu ><)
  2. Mie telor 1 bungkus
  3. Sawi hijau 100 g (kemarin saya beli 4000, cuma kepake 2000, alias 1/2 iket) cuci bersih, potong-potong, rebus, sisihkan
  4. Daun bawang secukupnya (kemarin saya beli 500, cuma kepake 2 helai) cuci bersih, potong-potong, sisihkan
  5. Minyak untuk menumis
  6. Air 500 ml (untuk kuah)

Bahan bumbu (kuah ayam):

  1. Bawang putih 2 siung
  2. Merica 1/2 sdt
  3. Kunyit 1 ruas jari, bersihkan, bakar sebentar (biar ga langu dan lebih sedep, katanya)
  4. Kemiri 1/2 butir
  5. Daun jeruk 2 helai
  6. Sereh 1 batang, geprek
  7. Salam laos secukupnya
  8. Gula jawa 50 g, sisir (kira-kira seukuran 2 sdm)
  9. Kecap 3 sdm
  10. Garam secukupnya
Bahan tambahan:
  1. Bakso
  2. Bawang goreng
  3. Pangsit (kemarin ga pake, ga ada stok di rumah, haha)
  4. Kerupuk
  5. Acar mentimun (kemarin ga pake, ga sempet ngacar)
  6. Saos/sambel
Cara membuat:
  1. Didihkan air. Rebus mie dengan 2 sdm minyak goreng, biar ga lengket. Masak selama 2-3 menit. Angkat, sisihkan.
  2. Haluskan bumbu nomor 1-4
  3. Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan bumbu nomor 5-7. Tumis sampai layu. Tambahkan air, gula jawa, dan ayam yang telah dipotong-potong. Masak hingga mendidih. Tambahkan kecap dan garam. Angkat. (Note: Menambahkan garam sebaiknya di akhir proses ya, karena yodium punya sifat ga tahan panas. Sayang kalo rusak karena dipanasin terlalu lama #nutritionfacts)
  4. Siapkan wadah penyaji. Tata mie dan sawi. Siram dengan kuah ayam. Taburi dengan daun bawang dan bawang goreng. Tambahkan bakso/pangsit/kerupuk/acar/seadanya bahan. Kalo rasanya kurang mantep, tambahkan garem/kecap/sambel sendiri sesuai selera.
  5. Alhamdulillaah, siap disantap. Jangan lupa basmallah yaaa 😀
Hasil jadi: 4 porsi
 
Nilai gizi per porsi:
  • Energi : 498 kkal
  • Protein : 22,3 g
  • Lemak : 27,5 g
  • Karbohidrat : 40,6 g
  • Kolesterol : 49,4 g

Roti Siram Kuah Jahe

Kata Zingiber berasal dari bahasa Arab, Zanjabil. Al-Quran telah menyebut-nyebut rempah ini dalam sebuah ayat, “Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.” (QS. Al-Insan: 17)

Masak jahe hari ini buat berbuka puasa kayak enak nih. Hayuk! 😀

Bahan isi:

2 lembar roti tawar, potong dadu

2 sendok makan kismis kuning atau dapat diganti kacang tanah, kolang-kaling, cincau, agar-agar, atau irisan kurma (sesuai selera) >> Note: Kemarin saya pake kolang-kaling dan cincau

Bahan kuah:

500 ml air

4 cm jahe segar, bakar, memarkan

1 batang serai, memarkan

1 lembar daun pandan, potong-potong

150 gram gula merah

2 sendok makan gula pasir

¼ sendok teh garam

500 ml santan encer

Cara Membuat:

  1. Panggang roti dalam oven hingga agak kering. Angkat, sisihkan. Jika tidak suka roti panggang, roti dapat langsung digunakan tanpa dipanggang terlebih dulu.
  2. Kuah: rebus air bersama jahe, serai, pandan, gula merah, gula pasir dan garam hingga mendidih.
  3. Susun potongan roti dalam mangkuk
  4. Tuangkan kuah
  5. Taburkan kismis atau bahan tambahan lainnya
  6. Sajikan selagi hangat

Hasil jadi: 4 porsi

Nilai gizi per porsi:

Energi              : 366 kkal

Protein             : 3,5 g

Lemak             : 13,3 g

Karbohidrat     : 61,9 g

Alergi dan Intoleransi Makanan

food1

Seringkali orang tua dirundung rasa khawatir melihat kondisi anaknya yang tiba-tiba mengalami ruam kulit setelah makan ikan laut, udang, telur, dan beberapa jenis makanan lain. Sebagian besar orang menyebutnya sebagai alergi. Namun, di samping alergi, reaksi tubuh terhadap makanan yang masuk ke dalam tubuh juga terdapat istilah intoleransi makanan. Mungkin istilah alergi lebih familiar di kalangan masyarakat. Namun tidak ada salahnya kita perlu mengupas keduanya agar kita bisa membedakan dengan benar gejala dan penyebabnya.

  • Alergi Makanan

Alergi makanan adalah respon sistem kekebalan tubuh yang terjadi ketika tubuh kesalahan bahan makanan – biasanya sebuah protein – yang menyebabkan tubuh  menciptakan sistem pertahanan (antibodi) untuk melawan zat tersebut. Makanan yang paling umum penyebab alergi adalah alergi kacang tanah, kacang pohon (seperti kenari dan almond), ikan, dan kerang, susu, telur, produk kedelai, dan gandum.

  • Gejala Alergi Makanan

Gejala alergi makanan bertingkat, mulai dari ringan sampai parah, dan jumlah makanan yang diperlukan untuk memicu reaksi berbeda dari orang ke orang. Gejala alergi biasanya muncul dalam hitungan menit atau detik. Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh sedikit kacau karena bereaksi dengan alergen (zat pemicu alergi) dalam makanan dan membangun antibodi untuk menyerang alergen tersebut.Gejala tersebut makanan antara lain :

  1. Ruam atau gatal-gatal
  2. Mual
  3. Sakit perut
  4. Diare
  5. Gatal kulit
  6. Sesak napas
  7. Nyeri dada
  8. Pembengkakan saluran udara ke paru-paru
  • Intoleransi Makanan

Intoleransi makanan adalah respon sistem pencernaan akibat respon sistem kekebalan. Hal ini terjadi ketika terjadi iritasi pada sistem pencernaan seseorang atau ketika seseorang tidak mampu mencerna atau kegagalan  karena  makanan. Intoleransi laktosa, yang ditemukan dalam susu dan produk susu lainnya, adalah makanan yang paling banyak terjadi.

  • Gejala Intoleransi Makanan

Beberapa kejadian intoleransi menunjukkan gejala yang mirip gejala alergi, tetapi penyebabnya bisa tidak terkait dengan sistem kekebalan tubuh. Keluhan utamanya adalah perut terasa mulas. Gejala tersebut antara lain :

  1. Mual
  2. Sakit perut
  3. Gas, kram, atau kembung
  4. Muntah
  5. Mulas
  6. Diare
  7. Sakit kepala
  8. Lekas marah atau nervousness
  • Angka kejadian  Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan

Persentase angka kejadian alergi makanan sekitar 2 sampai 4% dari orang dewasa, dan 6 sampai 8% dari usia anak-anak. Intoleransi makanan jauh lebih banyak. Pada kenyataannya, hampir semua orang pada satu waktu memiliki reaksi yang tidak menyenangkan untuk beberapa jenis bahan makanan yang dikonsumsi. Beberapa orang memiliki intoleransi makanan tertentu, dimana jenis intoleransi yang paling sering terjadi adalah intoleransi laktosa (intoleransi pada karbohidrat susu). Intoleransi laktosa banyak dialami oleh anak-anak.

  • Makanan Penyebab Alergi dan intoleransi

Alergi makanan timbul dari kepekaan terhadap senyawa kimia (protein) dalam makanan. Hal itu berkembang setelah tubuh manusia terpapar protein makanan yang membuat tubuh harus menyeleksi apakah zat tersebut berbahaya bagi tubuh manusia atau tidak.

Proses awal tubuh saat mendapat asupan makanan yang mengandung protein, sistem kekebalan tubuh merespon dengan menciptakan spesifik antibodi atau zat pertahanan tubuh yang disebut imunoglobulin E atau IgE. Ketika mengonsumsi makanan tersebut untuk kedua kalinya, akan memicu pelepasan IgE antibodi dan bahan kimia lainnya, termasuk histamin, dalam upaya mengusir protein “penyusup” dari tubuh. Tingginya kadar histamin yang dilepaskan dapat mempengaruhi sistem pernapasan, saluran pencernaan, kulit, atau sistem kardiovaskular.

Sebagai hasil dari respon ini, gejala alergi makanan terjadi. Gejala alergi tergantung pada tempat di dalam tubuh dimana senyawa histamin dilepaskan. Jika histamim tersebut dikeluarkan di telinga, hidung, dan tenggorokan, gejala yang muncul adalah hidung dan mulut gatal atau bahkan kesulitan bernapas dan menelan.

Jika histamin di kulit, dapat terjadi gatal-gatal atau ruam. Jika histamin dilepaskan dalam saluran pencernaan, dapat menyebabkan sakit perut, kram, atau diare. Gejala kombinasi atau gabungan juga seringkali muncul. Alergi makanan sering pula terjadi  di dalam satu keluarga, menunjukkan bahwa kondisi tersebut dapat diwariskan.

  • Perbedaan antara Alergi dan Intoleransi Makanan

Alergi makanan dapat terjadi setiap kali mengonsumsi makanan, meskipun hanya dalam jumlah yang sedimit. Orang dengan alergi makanan biasanya disarankan untuk menghindari makanan yang dapat menimbulkan gejala alergi. Sedangkan intoleransi makanan, biasanya berkaitan dengan jumlah atau porsi makanan yang dikonsumsi. Orang dengan intoleransi makanan mungkin tidak mengalami gejala, kecuali jika mereka mengonsumsi makanan pemicu dalam junlah besar. Sebagai contoh, seseorang dengan intoleransi laktosa dapat minum kopi atau susu dalam segelas susu, tapi menjadi sakit jika dia minum beberapa gelas susu.

  • Diagnosis Intoleransi Makanan
  1. Sebagian besar intoleransi makanan ditemukan dengan tidak sengaja, yaitu saat mengonsumsi tertentu, terjadi rekasi atau tidak.Orang tua hendaknya peka terhadap setiap jenis gejala yang terjadi, sehingga dapat membuat catatan tentang makanan apa saja yang dapat menimbulkan reaksi pada tubuh anak.
  2. Cara lain untuk mengidentifikasi masalah reaksi terhadap makanan adalah mengikuti program diet eliminasi provokasi, yaitu dengan menghindarkan anak dari makanan pemicu reaksi sampai beberapa waktu. Kemudian mulai memperkenalkan kembali makanan satu per satu waktu, dengan memperhatikan seberapa jauh reaksi yang ditimbulkan. Makanan dengan reaksi yang cukup hebat sebaiknya benar-benar dihindari, dan diganti dengan bahan lain yang lebih ringan reaksinya. Hal ini dapat membantu dalam menunjukkan makanan yang menyebabkan gejala. Selain itu, sebelum memulai diet eliminasi ini sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada tenaga kesehatan (dokter, ahli gizi, atau bidan) agar diet tersebut tidak mempengaruhi status gizi dan kesehatan anak.

Maroji’: Children Grow Up Clinic Information Education Network

Catatan: Artikel ini pernah dimuat di Majalah Kesehatan Ash-Shihah edisi Januari 2013

Ayah ASI

dad-and-baby

“You can shower your wife with all breastfeed gadgets in the world, but by the end of the day, she just neeed you beside her.”

 

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (QS. Al-Baqarah: 233)

Membahas topik seputar ASI (Air Susu Ibu) biasanya identik dengan perempuan, sehingga seolah-olah muncullah hipotesis bahwa ASI adalah urusan ibu-ibu. Benarkah? Kemudian dimanakah kontribusi ayah dalam proses bonding ini? Benarkah menyusui adalah monopoli hubungan ibu dan anak?

Topik Ash-Shihah kali ini mencoba mengangkat isu seputar Father Breastfeeding atau Ayah ASI. Topik ini sempat mem-booming lewat sebuah buku bertajuk #AyahASI yang berisi tentang kisah delapan ayah dalam mendampingi istri tercinta mereka saat menyusui.

Sebenarnya bagaimanakah peran ayah dalam menyusui? Bagaimanakah kontribusi ayah untuk mengambil bagian dalam proses bonding atau jalinan perasaan orang tua-anak melalui ASI?

Menurut dr. Utami Roesli, Sp.A, “Penelitian menunjukkan bahwa dari 115 orang ibu yang suaminya tidak memberikan dukungan untuk menyusui secara eksklusif, ternyata tingkat keberhasilannya hanya sebesar 26,9 persen. Sementara pada kelompok ibu menyusui yang mendapat dukungan dari ayah, tingkat keberhasilannya hampir 100 persen, yakni 98,1 persen.”

Dalam sebuah penelitian lain pun menyebutkan bahwa 50% kegagalan pemberian ASI Eksklusif merupakan 50% kegagalan ayah (suami) dalam mendukung ASI eksklusif, sebab peran suami adalah pendukung, bukan penuntut, apalagi penghambat tercapainya program ASI Eksklusif.

Menyusui adalah bentuk komunikasi antara ibu dan anak. Perlu diketahui bahwa ada dua hormon yang memiliki peranan penting dalam menyusui, yaitu hormon prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin erat kaitannya dengan produksi ASI, sementara oksitosin erat kaitannya dengan kelancaran ASI yang keluar. Hebatnya, hormon oksitosin ini ternyata dipengaruhi oleh perasaan dan pikiran seorang ibu, dimana hormon ini dapat dirangsang melalui sentuhan, gambar dan suara. Semua perasaan positif akan meningkatkan hormon oksitosin. Itu artinya, semakin baik perasaan ibu (good mood) maka ASI akan keluar semakin lancar (deras). Begitupun sebaliknya, jika banyak unsur negatif dalam pikiran dan perasaan ibu (bad mood), maka hal tersebut akan menghambat sekresi hormon oksitosin, sehingga ASI tidak lancar. Oleh sebab itu, kontribusi ayah dalam keberhasilan ASI eksklusif terletak pada membantu tercapainya kondisi good mood istri saat menyusui.

“You can shower your wife with all breastfeed gadgets in the world, but by the end of the day, she just neeed you beside her.”

Yap. Yang dibutuhkan oleh seorang istri yang sedang menyusui bukan sekedar terpenuhinya segala komponen yang membantu proses menyusui, seperti pompa ASI, kulkas dan botol kaca untuk bank ASI, asupan nutrisi yang memadai, dan sebagainya. Ternyata bukan hanya itu. Sebagaimana fitrah perempuan yang selalu ingin dimengerti, maka sebenarnya yang dibutuhkan istri adalah perhatian dan kesiapsiagaan suami.

Menyusui adalah sebuah proses kehidupan yang cukup menyita waktu, tenaga, pikiran, bahkan perasaan perempuan. Bagaimana saat perempuan kehilangan kepercayaan diri saat menyusui, sehingga menyebabkan ASI tidak lancar. Bagaimana saat perempuan harus rela payudaranya lecet karena menyusui. Bagaimana perempuan harus terjaga semalaman demi buah hati yang terus merengek karena lapar. Semua itu harus dimengerti suami jauh-jauh hari, bahwa menjadi ibu memang tidaklah mudah.

“Menyusui adalah sebuah proses. Proses itu membutuhkan waktu untuk mencapai hasil yang maksimal dan tidak bisa dicapai secara instan.” (A. Rahmat Hidayat)

Berikut ini adalah beberapa kiat menjadi Ayah ASI super. Semoga dapat dipraktikkan. Happy “breastfeeding”, Dad! 🙂

  • Be A Nice Personal Assistant. Jika sedang berada di rumah atau pulang kerja, terlibatlah dalam mengurus bayi. Bisa dengan menggendongnya, membuat dia tertidur, menggantikan popok, mengajak bicara, bermain dan lainnya. Biarkan istri kita beristirahat sebentar. Ingat, jika kita (suami) pulang ke rumah untuk beristirahat, maka kemanakah istri kita untuk beristirahat? Kemana lagi arah pulang itu jika bukan suami? Ingat, kadang perempuan hanya membutuhkan dua telinga yang bersedia mendengarkan dengan baik, bukan lisan yang terus menuntut ini dan itu. 🙂
  • Be A Google Man. Menyusui banyak tantangannya, mulai dari puting payudara yang lecet sehingga hasil perahannya mungkin menurun. Cobalah mencari tahu banyak hal tentang ASI dan proses menyusui. Memang, sudah seharusnya perempuan lebih mumpuni soal ini, tetapi tidak ada salahnya juga kan jika pria juga tidak kalah pintar soal ASI? Mulai saat ini, ubah mindset bahwa ASI bukan lagi topik ibu-ibu.
  • Make your own surprise. Istri selalu senang dengan kejutan kecil yang berarti. Kejutan kecil itu tidak harus dengan barang-barang mahal. Cukup dengan memberinya perhatian seperti membuatkan istri sarapan, menyediakan waktu atau bahkan mempersiapkan makan malam, atau sekedar memberikan pijitan tanpa diminta. Ingat, rasa senang akan membuat hormon oksitosin meningkat dan ASI menjadi lancar.
  • Be A Guardian AngelDi Indonesia ada begitu banyak mitos seputar menyusui yang bisa memengaruhi semangat seorang ibu. Suami harus menjadi benteng pertahanan istri dari segala serangan mitos tersebut. Suami, bagaimanapun adalah benteng terakhir seorang istri, sehingga jangan biarkan dia merasa berjuang sendirian mengurus anak. Percayalah, menjadi orangtua bukan monopoli tugas seorang istri.
  • Best Nurse Ever. Menghubungi dokter atau konselor laktasi mungkin akan memakan waktu lebih lama ketika istri menemui tantangan dalam menyusui, apalagi ketika puting lecet atau halangan lainnya. Cari tau segala hal tentang common problemsmenyusui dan cara mengatasinya. Jadilah perawat nomor satu bagi istri ketika menyusui.
  • Last but not least:Find Your Own Support. Kita paling tahu siapa istri kita dan bagaimana membuatnya nyaman dan senang. Cari cara sendiri untuk memberikan dukungan untuk istri kita. Apapun bentuknya pasti seorang istri akan menghargai usaha kita. Bukankah menikah itu untuk mencapai tujuan bersama? Kalau tidak berusaha bersama, lalu apa jadinya?

Kemudian, berikut ini adalah beberapa informasi seputar kriteria rumah sakit yang “sayang ibu dan anak”. Atau dengan kata lain, rumah sakit yang mendukung keberhasilan program ASI Eksklusif.

  1. Tersedia kelas untuk kelompok pemberian ASI
  2. Memiliki aturan tentang ASI eksklusif
  3. Mengajarkan ibu cara menyusui, dan menjaga agar terus menyusui, walau terpisah dari bayinya
  4. Memiliki tenaga kesehatan yang telah dilatih Manajemen Laktasi
  5. Tidak memberi minum atau makanan lain kepada bayi selain ASI pasca melahirkan, kecuali ada indikasi medis
  6. Melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
  7. Mendukung ibu dapat memberi ASI sesuai kemauan bayi (on demand)
  8.  Memberikan penjelasan manfaat menyusui dan ASI eksklusif
  9. Tidak memberi dot atau kempeng pada bayi yang menyusu
  10. Menyediakan ruang rawat gabung ibu dan bayi.

Maroji’:

Al-Qur’anul Karim

ayahasi.org

10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui – WHO

Note: Artikel ini pernah dimuat di Majalah Kesehatan Ash-Shihah Edisi Desember 2013

Lautan Hikmah di Balik ASI

“Janganlah engkau menyusui anakmu seperti hewan yang menyusui anaknya karena didorong kasih sayangnya kepada anak. Akan tetapi susuilah dengan niat mengharap pahala dari Allah dan agar ia hidup melalui susuanmu itu. Mudah-mudahan ia kelak akan bertauhid kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”
“Janganlah engkau menyusui anakmu seperti hewan yang menyusui anaknya karena didorong kasih sayangnya kepada anak. Akan tetapi susuilah dengan niat mengharap pahala dari Allah dan agar ia hidup melalui susuanmu itu. Mudah-mudahan ia kelak akan bertauhid kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”

ASI; Ungkapan Cinta Illahi

ASI adalah ungkapan kasih sayang Allah sekaligus anugerah yang luar biasa terhadap setiap bayi yang terlahir ke muka bumi. Di dalam surat cinta-Nya, bertebaran ayat-ayat tentang ASI, di antaranya:

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawarahan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 233)

Hikmah ayat yang terkandung dalam kitab suci Al-Qur’an tersebut, setidaknya menekankan bahwa Air Susu Ibu (ASI) sangat penting. Walaupun masih ada perbedaan pendapat tentang wajib atau tidaknya menyusui, tapi selayaknya bagi seorang muslim menghormati ayat-ayat Allah tersebut. Terlepas wajib atau tidaknya hukum menyusui, dalam ayat tersebut dengan tegas menganjurkan untuk menyempurnakan masa penyusuan. Dan di sana juga disinggung tentang peran sang ayah, untuk mencukupi keperluan sandang dan pangan si ibu, agar si ibu dapat menyusui dengan baik, sehingga jelas bahwa menyusui adalah kerja tim. Keputusan untuk menyapih seorang anak sebelum waktu dua tahun harus dilakukan dengan persetujuan bersama antara suami istri, dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi si bayi. Inspirasi utama dari pengambilan keputusan ini harus didasarkan pada penghormatan kepada perintah Allah dan pelaksanaan hukum-Nya, dan tidak bertujuan meremehkan perintah-Nya. Demikian pula jika seorang ibu tidak bisa menyusui, dan diputuskan untuk menyusukan bayinya pada wanita lain, sehingga hak sang bayi untuk mendapat ASI tetap tertunaikan.

Bagaimana dengan ASI Eksklusif?

Ayat di atas menunjukkan bahwa masa sempurna menyusui (laktasi) adalah 2 tahun penuh. Turunnya wahyu tentang rentang waktu yang ideal untuk menyusui ini merupakan nikmat Allah yang tak ternilai harganya. Allah SWT sudah memberikan petunjuk syar’i yang berhubungan dengan periode menyusui. Tuntunan syariat ini sudah diturunkan berabad-abad sebelum ada hasil penelitian yang membuktikan bahwa 2 tahun pertama adalah “The Golden Age”, yaitu masa yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Meskipun demikian, ada yang berpendapat bahwa tidak mengapa apabila tidak mampu menyusui anaknya selama 2 tahun, dimana hal ini terkait perbedaan hukum fiqih. Namun, selama seorang ibu mampu menyempurnakan periode tersebut, tentu hal itu akan lebih baik.

Menurut penelitian para ahli, yaitu dokter maupun ahli gizi, ASI Eksklusif dianjurkan dilakukan selama 4 atau 6 bulan karena beberapa alasan berikut:

  1. Mulai usia 6 bulan enzim dan pencernaan bayi mulai berkembang dan matang, serta siap menerima makanan selain ASI. Pencernaan bayi di usia sebelum 6 bulan masih sangat rentan dan sensitif terhadap zat asing, termasuk makanan. ASI adalah satu-satunya makanan yang memiliki komposisi gizi yang ideal bagi bayi, karena dapat dicerna dengan baik oleh pencernaan bayi.
  2. Setelah usia enam bulan anak akan mulai tumbuh giginya. Bayi di atas usia 6 bulan juga harus mulai dilatih untuk mengunyah. Kegiatan mengunyah ini, akan mengantarkannya kepada pembiasaan gerakan otot-otot mulutnya. Dengan otot-otot mulut yang terlatih ini, maka bayi akan mengalami kemudahan untuk belajar berbicara. Sedangkan cita rasa yang dihantarkan oleh makanan-makanan tersebut akan mendorong sel-sel indera pengecapnya untuk mulai mempelajari perbedaan antara makanan satu dengan makanan lain dan mulai membaginya dalam kategori-kategori yang disusun rapi dalam otaknya.
  3. Bayi mulai pula melakukan tahap belajar duduk, lalu berdiri, lalu berjalan. Keempat aktivitas ini, memerlukan tulang yang kuat, energi yang tepat, tenaga yang besar dan koordinasi kerja organ-organ tubuh yang seimbang. Sehingga bayi juga perlu protein, baik protein hewani (seperti susu, keju, daging, telur, dll) ataupun protein nabati (seperti tempe, tahu, kacang-kacangan, dll) karena protein tersebut bisa membantu tubuh untuk membentuk sel-sel darah yang berguna agar kerja otak dan jantung menjadi maksimal.
  4. Anak secara naluri mulai menaruh apa saja yang ia pegang di mulutnya, oleh karena itu kita harus benar-benar mengawasi.

Menyusui; Niatkan untuk Beribadah

‘Amru bin Abdullah pernah berkata kepada istri yang menyusui bayinya, “Janganlah engkau menyusui anakmu seperti hewan yang menyusui anaknya karena didorong kasih sayangnya kepada anak. Akan tetapi susuilah dengan niat mengharap pahala dari Allah dan agar ia hidup melalui susuanmu itu. Mudah-mudahan ia kelak akan bertauhid kepada Allah Subhanahu Wata’ala.”

Maa syaa Allaah, pelajaran yang sangat berharga. Betapa mungkin kita lupa bahwa menyusui hendaklah diniatkan ibadah, bukan sekedar insting atau dorongan naluri saja. Ini merupakan bentuk investasi kita di dunia dan akhirat. Semoga anak kita menjadi anak yang bersyukur pada Rabb-nya dan orang tuanya.

”Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)

Menyusui; Memulai dengan Benar

Menyusui adalah cara yang alami dan normal untuk memberikan nutrisi pada bayi dan batita, dan ASI adalah susu yang dibuat khusus untuk bayi manusia. Mengawali dengan benar membantu untuk memastikan bahwa menyusui merupakan pengalaman yang menyenangkan untuk ibu dan bayi.

Prinsip dasar dari menyusui adalah membuat bayi melekat dengan baik. Bayi yang melekat dengan baik akan mendapatkan ASI dengan baik pula. Bayi yang tidak melekat dengan baik akan lebih sulit mendapatkan ASI, terutama jika ASI sedikit. Produksi ASI di awal kelahiran memang sedikit; ini hal yang normal dan alamiah, akan tetapi apabila bayi tidak melekat dengan baik, bayi akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan ASI. Inilah sebabnya mengapa banyak ibu “tidak memiliki cukup kolostrum”. Hampir semua ibu mempunyai cukup kolostrum tetapi bayinya tidak mendapatkannya.  Bayi tidak membutuhkan ASI yang banyak di hari-hari pertama, melainkan sesuai dengan kebutuhannya. Berikut ini adalah beberapa cara agar menyusui terasa lebih mudah:

  • Bayi seharusnya langsung mendapatkan kontak kulit dengan ibunya dan menyusu segera setelah ia lahir. Mayoritas bayi yang baru lahir dapat kontak kulit dengan ibunya dan diberi kesempatan menyusu dalam beberapa menit  setelah dilahirkan. Bahkan, penelitian membuktikan bahwa, bayi yang baru berusia beberapa menit dapat merayap ke arah payudara dari perut si ibu, melekat¸ dan mulai menyusu sendiri. Proses ini disebut Inisiasi Menyusui Dini (IMD). IMD adalah proses awal bonding (ikatan antara ibu-anak) setelah bayi bersinggungan dengan dunia luar.
  • Bayi sebaiknya tetap mendapatkan kontak kulit dengan ibunya sesering mungkin, segera setelah lahir dan pada minggu-minggu pertama dalam kehidupannya. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kontak kulit antara ibu dan bayi dapat membuat bayi tetap hangat sebagaimana di dalam inkubator. Kontak kulit merupakan hal yang baik dan sangat penting untuk ibu dan bayi, bahkan jika bayinya tidak melakukan pelekatan (sedang menyusu).
  • Kontak kulit membantu bayi beradaptasi dengan lingkungan barunya. Pernapasan dan detak jantung bayi lebih normal, oksigen dalam darah lebih banyak, suhu tubuh lebih stabil dan kadar gula darah lebih tinggi. Lebih jauh, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan kontak kulit pada minggu-minggu pertama kehidupannya, (bukan hanya saat menyusu) perkembangan otaknya lebih baik.
  • Pelekatan yang benar sangat menentukan keberhasilan menyusui

Maroji’:

Al-Quran Al-Karim

Sunardi. Ayah Beri Aku ASI. Solo: Aqwamedika. 2008.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. Bedah ASI. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. 2008.

www.nbci.ca (Official page of Breastfeeding and Lactation Consultant Training)

Note: Artikel ini pernah dimuat di Majalah Kesehatan Ash-Shihah Edisi Desember 2013